Obat Untuk Disfungsi Ereksi

Obat untuk disfungsi ereksi sekarang ini banyak macamnya, beberapa perusahaan farmasi dari luar negri berlomba membuat produk untuk mengatasi lemah syahwat pada pria tapi ada beberapa jenis masih turunan dari kandungan obat sebelumnya.

berikut info obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi impotensi yang beredar di apotik dan untuk memperolehnya harus dengan resep dokter :

1. Caverject (pfizer/pharmacia)
Kandungan obat ini adalah alprostadil
Indikasi : Disfungsi ereksi yang disebabkan karena kelainan gangguan neurogenik (pada cedera tulang belakang), vasculogenik, psikogenik atau vaskulogenik dan psikogenik.
Efek samping : Nyeri pada penis, hematoma pada tempat injeksi, ereksi dalam jangka waktu lama, priapisma, ekimosis, ruam pada penis, gatal, edema dan fibrosis pada penis.

2. Cialis (Eli Lilly)
Kandungan obat ini adalah Tadalafil
Indikasi : Pengobatan disfungsi ereksi pada pria dewasa
Dosis oral pria dewasa : 10 mg, 30 menit s/d 12 jam sebelum aktivitas seksual, dosis dapat ditingkatkan s/d 20 mg bila tidak diperoleh efek yang cukup. Pasien usia lanjut dan DM (Diabetes Militus) tidak perlu penyesuaian dosis. Untuk pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan hati 10 mg.
Kontra indikasi : Cialis tidak boleh digunakan pada individu yang menggunakan nitra dalam bentuk apapun.
Peringatan pada pasien gangguan ginjal dan hati.
Efek Samping : Sakit kepala, dispepsia, nyeri punggung, nyeri otot, rasa panas dan kemerahan pada wajah (flushing), rinitis.
Interaksi obat : Cialis dapat berinteraksi dengan obat lain seperti obat hipertensi, ketokonazol (obat jamur), eritromisin (anti biotik), klaritromisin (antibiotik)

3. Levitra (Bayer)
Kandungan obat ini adalah Vardenafil
Indikasi : disfungsi Ereksi
Dosis : 10 mg, 25-60 menit sebelum aktivitas sosial, dosis dapat dinaikkan hingga 20 mg dan diturunkan sampai 5 mg, pada dasarnya Levitra dan Cialis memiliki banyak kesamaan karena masih dalam golongan obat yang sama, untuk itu kontra indikasi dan efek samping juga sama.

4. Muse (Janssen)
Kandungan obat ini sama dengan Caverject yaitu Alprostadil
Indikasi obat : untuk terapi disfungsi ereksi, tambahan pada tes untuk diagnosis dan terapi disfungsi ereksi.
Dosis Awal yang dianjurkan adalah 250 mcg, titrasi dosis individual, dosis dapat dinaikkan dan diturunkan secara bertahap sampai mendapatkan reaksi maksimal. Maksimal 2 dosis dalam 24 jam.
Peringatan : Jangan digunakan pada masa kehamilan kecuali menggunakan kondom,
Efek samping : Nyeri pada penis, hematoma pada tempat injeksi, ereksi dalam jangka waktu lama, priapisma, ekimosis, ruam pada penis, gatal, edema dan fibrosis pada penis.

5. Viagra (Pfizer)
Kandungan obat adalah Sildenafil Citrate
Indikasi : Pengobatan pada disfungsi ereksi
Dosis : Dewasa 50 mg bila diperlukan 1 jam sebelum aktivitas seksual, Dapat dinaikkan sampai dengan 100 mg atau diturunkan sampai dengan 25 mg, frekuensi pemberian maksimal 1 hari. Pasien dengan gangguan ginjal dan hati 10 mg.
karena obat ini masih satu golongan dengan Cialis dan Levitra maka kontra indikasi dan efek sampingnya sama.

Demikian obat untuk disfungsi ereksi yang penggunaannya harus dibawah pengawasan dokter, karena obat ini memiliki efek samping dan kontra indikasi dengan obat yang lain. Jadi anda harus hati-hati membeli yang namanya obat kuat jika tidak ada pengawasan dari dokter ahli.

Jika anda ingin menggunakan obat untuk disfungsi ereksi sebaiknya menggunakan produk herbal yang aman, produk yang kami sarankan untuk anda dan telah mendapatkan ijin BPOM dan rekomendasi dari Boyke Dian Nugraha adalah GASA (Viagra Herbal).

GASA (VIAGRA HERBAL)

GASA adalah herbal 100% alami yang digunakan untuk mengatasi Disfungsi Ereksi, kerja obat ini setara dengan Viagra, Levitra, Cialis tapi aman digunakan karena terbuat dari herbal pilihan yang telah teruji khasiatnya. Untuk info lebih lanjut silahkan klik link berikut : INFO GASA atau Hubungi 085340709229 .

0 comments:

Post a Comment